Berita Bola Nicolas Anelka

Patrice Evra kemudian juga ditunjuk sebagai kapten tim nasional Perancis untuk pergelaran piala dunia tahun dua ribu sepuluh (2010) yang digelar oleh FIFA, sebuah federasi yang mengepalai seluruh organisasi sepakbola didunia dan pemain sepakbola yang tidak lahir di Perancis ini terpilih sebagai kapten mengalahkan rekan setimnya yang juga legenda sepakbola dunia, Thierry Henry. Mantan kapten Arsenal tersebut bahkan kala itu harus rela dibangkucadangkan oleh sang pelatih berita bola lantaran usianya yang memang sudah tua dan ia dipanggil kembali kedalam skuad untuk berjaga – jaga apabila suatu saat nanti penyerang andalan muda berbakat mereka terkena cedera. Walaupun begitu juga harus diakui bahwa kemampuan pemain berjuluk “King Henry” ini dalam mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau sudah mengendor akibat faktor usia serta dirinya berlaga di Amerika Serikat yang tidak seketat Eropa kompetisinya hasil akhir yang memalukan.

Sebelum protes dan pemberontakan massal para pemain tim nasional Perancis tersebut terjadi, Patrice Evra sendiri dikabarkan telah terlibat adu argumentasi verbal yang bersifat pendapat dengan pelatih kebugaran tim nasional Perancis Robert Duverne. Pemain berita bola dunia yang sempat mengenakan seragam juventus, manchester united, dan marseille ini memang dikenal sebagai sesosok yang cepat naik darah dan temperamental, seperti kejadian waktu itu ketika ia masih membela setan merah yang terlibat pertengkaran dengan penyerang liverpool yang sekarang menjadi ujung tombak barcelona, luis suarez. Kala itu, Luis “RatKing” Suarez dianggap memanggil Patrice Evra dengan kata – kata yang berbau rasial atau SARA walaupun pada kenyataannya Luis Suarez sama sekali tidak bermaksud mengatakan hal itu namun ia menyebut kata yang biasa diucapkan di Uruguay, negara kelahirannya yakni “negro” yang artinya hitam iniberitasepakbola.

Terakhir, mantan kapten tim nasional ayam jantan tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan dari publik umum dan mengatakan bahwa tim nasional perancis adalah milik seluruh warganya, bukan perorangan. Patrice Evra juga mengatakan bahwa orang perlu tahu kenyataan yang ada dan juga penyebab dari permasalahan besar kala itu yang lagi – lagi membuat mereka harus tersisih lebih awal dari sebuah pergelaran berita bola indonesia bergengsi. Walaupun begitu, hingga sekarang setelah hampir delapan (8) tahun berlalu, masih belum ada kejelasan mengenai asal muasal dari ketegangan internal yang terjadi kala itu dan tidak bisa dipastikan apakah itu semua disebabkan oleh seorang Nicolas Anelka saja atau ada hal pribadi lainnya yang menyangkut pelatih Raymond Domenech dan anak asuhnya. Tapi seperti pepatah mengatakan, nasi sudah menjadi bubur dan sekarang tinggal ditambah cakwe.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *