Yang Melibatkan Tim Cadangan

Setelah membahas mengenai karir seorang arsene wenger didunia sepakbola sebagai pemain, sekarang marilah kita beranjak keperjalanan dari pelatih arsenal yang lahir tanggal dua puluh dua (22) bulan oktober tahun seribu sembilan ratus empat puluh sembilan (1949) di strasbourg, perancis ini. Kemampuan seorang arsene wenger dalam melatih sebuah tim di rc strasbourg dulu sendiri sempat mendapatkan pengakuan dan juga mengundang kekaguman mendalam dari berbagai pelatih lain yang juga berbasis dinegara menara eiffel tersebut. Berkat reputasinya yang sudah cukup dikenal itu, arsene wenger sanggup pindah dan membesut klub berita sepak bola indonesia lain yang berlaga di ligue 2 yakni Cannes ditahun 1983. Di Cannes ini, arsene wenger juga tidak mendapatkan posisi pelatih kepala secara langsung namun ia menjadi asisten dari Jean-Marc Guillou yang sempat memberikannya pengaruh dan juga gaya kepelatihan seperti sekarang ini.

Pada akhir musim sepakbola tahun seribu sembilan ratus tujuh puluh delapan hingga seribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan (1978 – 1979) silam, rc strasbourg bahkan mampu secara mengejutkan keluar sebagai juara liga divisi ketiga tersebut. Namun disaat yang bersamaan, arsene wenger juga tidak mampu ikut hadir dan terlibat didalam selebrasi berita bola tersebut lantaran dirinya yang sangat disibukkan dengan kegiatan melatih tim muda klub yang merupakan tempat pelatih berjuluk sang profesor tersebut bermain semasa kecilnya. Arsene wenger sendiri akhirnya tampil untuk terakhir kalinya membela tim tersebut ditahun 1979 dalam skuad berisikan pemain senior untuk bisa memfokuskan diri dan juga pekerjaannya terhadap tim muda rc strasbourg. Disinilah bibit – bibit pekerja keras seorang arsene wenger mulai tumbuh dan hingga sampai sekarang menukangi arsenal juga ia masih dikenal sebagai sosok yang ulet dan cekatan yang terbaik sepanjang sejarah.

Akan tetapi disaat yang bersamaan walaupun dirinya sudah tidak terlalu sering lagi dimainkan di vauban tersebut, arsene wenger masih tetap bertugas sebagai pelatih tim cadangan berita bola dunia di rc strasbourg tadi. Disini pelatih sepakbola yang lahir tanggal dua puluh dua (22) bulan oktober tahun seribu sembilan ratus empat puluh sembilan (1949) ini diberikan kesempatan untuk bekerja secara penuh layaknya pekerja biasa, dan yang lebih mengesankannya lagi ia mendapatkan kesempatan untuk mengatur tim yang memang ia bela dan sukai sedari kecil sekaligus tim yang berbasis ditempat dimana dirinya dilahirkan dulu. Namun divauban tadi, pelatih max hild menggeser posisi arsene wenger yang tadinya sebagai seorang gelandang ke bagian pertahanan tengah dimana dirinya diberikan tugas sebagai sebuah sweeper alias pemain yang bertugas untuk menyapu dan membuang bola liar dalam pertandingan yang melibatkan tim cadangan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *