Bersama Dengan Jamie Vardy

Akan tetapi dibalik komentar yang sangat manis dan telah dijelaskan pada beberapa artikel berita sepak bola indonesia sebelumnya tadi, riyad mahrez sendiri menyatakan keinginannya untuk hengkang dari leicester city diakhir musim sepakbola tahun dua ribu enam belas hingga dua ribu tujuh belas (2016 – 2017) kemarin. Mendengar pernyataan tersebut, pelatih yang telah dua puluh (20) tahun lamanya menukangi arsenal yakni arsene wenger melontarkan ketertarikannya terhadap pemain sepakbola yang lahir di sarcelles, perancis tanggal dua puluh satu (21) bulan februari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh satu (1991) silam tersebut, dan as roma yang berlaga di serie a italia juga bahkan sempat melemparkan tawaran untuk jasa seorang riyad mahrez yang kemudian ditolak oleh pihak klub leicester city dibulan juli tahun dua ribu tujuh belas (2017) sebelum musim baru dimulai. Keputusan dari seorang riyad mahrez ini memang sangatlah masuk diakal mengingat dirinya sadar bahwa ia telah menandatangani kontrak bersama tim yang hanya akan bersinar sebentar saja dan tidak seterusnya.

Leicester city sendiri kala itu mengakhiri musim sepakbola tahun dua ribu tiga belas hingga dua ribu empat belas (2013 – 2014) sebagai pengisi puncak klasemen akhir berita bola dunia divisi championship dan hasil positif tersebut membuat klub berjuluk the foxes itu mampu kembali bergabung ditingkat liga primer inggris, divisi teratas dunia pesepakbolaan negara ratu elizabeth itu untuk pertama kalinya sejak sepuluh (10) tahun terakhir. Hasil yang membanggakan ini tentunya tidak lepas dari peran pemain sepakbola yang memiliki tinggi badan seratus tujuh puluh delapan sentimeter (178 cm) tersebut lantaran meskipun baru saja bergabung namun riyad mahrez mampu menaikkan level permainan leicester city ketingkat yang lebih tinggi lagi bersama dengan penyerang tim nasional inggris jamie vardy dimana keduanya kerap diisukan akan hengkang ke tim besar eropa lain seperti real madrid menjadi salah satu kelebihannya.

Pada sebuah laga pergelaran afrika dimana aljazair berhadapan melawan ghana, seorang riyad mahrez harus rela digantikan oleh rekan setimnya ketika pertandingan berita bola tersebut masih menyisakan dua puluh (20) menit lagi, dan pada akhirnya negara yang diperkuat oleh riyad mahrez tersebut harus bertekuk lutut melawan negara kelahiran mario balotelli tersebut dengan skor akhir yang tipis, satu kosong (1 – 0) dimana ghana berhasil melesakkan gol dimenit – menit akhir laga. Hasil ini tentulah sangat menyakitkan mengingat setiap kekalahan tidak mungkin memiliki efek bagus, tapi setidaknya hasil minor itu bisa mendorong riyad mahrez untuk terus menampilkan kemampuannya mengolah si kulit bundar diatas lapangan hijau dengan lebih serius lagi meskipun saat itu leicester city belum menyewa jasanya untuk mengawal lini serangan the foxes berduet bersama dengan jamie vardy.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *